Tim Renang Estafet Putra Pecahkan Rekor SEA Games
PALEMBANG--MICOM: Tim estafet putra Indonesia berhasil memecahkan rekor baru SEA Games 2011 di nomor 4X100 meter gaya ganti estafet putra dengan waktu 3 menit 41,35 detik atau lebih cepat dari rekor
Hasil perlombaan hari terakhir cabang renang SEA Games di Stadion Akuatik Jakabaring, Palembang, Kamis (17/11), Indonesia menutup perlombaan dengan meraih emas terakhir dan sekaligus memecahkan rekor. Tim estafet Indonesia yang mempersembahkan emas terakhir untuk kontingen Merah Putih adalah I Gede Siman Sudartawa (gaya punggung), Indra Gunawan (gaya dada), Gleen Victor Susanto (kupu-kupu) dan perenang terkahir gaya bebas, Triady Fauzi. Pada final tersebut sempat terjadi kekeliruan karena pada papan pencatat waktu elektronik terjadi kesalahan Tim Singapura yang Medali perak akhirnya diraih Thailand dengan waktu 3 menit 48,82 detik dan perunggu Malaysia dengan waktu 3 menit 51,65 detik. Sedangkan perenang Thailand Nuttapong Ketin juga memecahkan rekor baru SEA Games di nomor 200 meter gaya ganti putra dengan waktu 2 menit 02,90 detik atau lebih cepat dari rekor lama atas nama rekan senegaranya Ratapong Sirisanot (2 menit 03,54 detik) yang diciptakan pada 2003. Medali perak direbut perenang Singapura Joseph Isaac Schooling dengan waktu 2 menit 04,85 detik dan perunggu diraih James Barr Ian dari Malaysia dengan waktu 2 menit 06,96 detik. (Ant/OL-2) Hasil lain: - 200 meter gaya ganti perorangan putri: emas : Natthanan Junkrajang (Thailand) 2 menit 18,75 detik perak: Yi Ting Siow (Malaysia) 2 menit 20,11 detik perunggu: Ressa Dewi K (Indonesia) 2 menit 21,31 detik - 50 meter gaya dada putri: emas : Christina Loh (Malaysia) 32,49 detik perak : Yi Ting Siow (Malaysia) 32,81 detik perunggu: Phiangkhwa Pawapotako (Thailand) 33,39 detik - 1.500 meter putra: emas : Zhen Ren Teo (Singapura) 15 menit 44,32 detik perak : Soon Choy Kevin Yeap (Malaysia) 15 menit 53,79 detik perunggu: Ryan Arebejo (Filipina) 16 menit 01,26 detik | PEMBETULAN: Tim Renang Estafet Putra Pecahkan Rekor SEA Games PALEMBANG--MICOM: Tim estafet putra Indonesia berhasil memecahkan rekor baru SEA Games 2011 di nomor 4X100 meter gaya ganti estafet putra dengan waktu 3 menit 41,35 detik atau lebih cepat dari rekor sebelumnya 3 menit 41,72 detik juga atas nama tim Indonesia diciptakan pada tahun 2009. Hasil perlombaan hari terakhir cabang renang SEA Games di Stadion Akuatik Jakabaring, Palembang, Kamis (17/11), Indonesia menutup perlombaan dengan meraih emas terakhir dan sekaligus memecahkan rekor. Tim estafet Indonesia yang mempersembahkan emas terakhir untuk kontingen Merah Putih adalah I Gede Siman Sudartawa (gaya punggung), Indra Gunawan (gaya dada), Gleen Victor Susanto (kupu-kupu) dan perenang terkahir gaya bebas, Triady Fauzi. Pada final tersebut sempat terjadi kekeliruan karena pada papan pencatat waktu elektronik terjadi kesalahan pencatatan waktu tercepat di lintasan empat tim Singapura, sedangkan yang tercepat dan meraih medali emas adalah tim Indonesia yang memecahkan rekor baru SEA Games 2011. Tim Singapura yang seharusnya meraih perak terkena diskualifiasi setelah perenang keduanya pada gaya dada Ng Jia Hoo dinyatakan mencuri start. Medali perak akhirnya diraih Thailand dengan waktu 3 menit 48,82 detik dan perunggu Malaysia dengan waktu 3 menit 51,65 detik. Sedangkan perenang Thailand Nuttapong Ketin juga memecahkan rekor baru SEA Games di nomor 200 meter gaya ganti putra dengan waktu 2 menit 02,90 detik atau lebih cepat dari rekor lama atas nama rekan senegaranya Ratapong Sirisanot (2 menit 03,54 detik) yang diciptakan pada tahun 2003. Medali perak direbut perenang Singapura Joseph Isaac Schooling dengan waktu 2 menit 04,85 detik dan perunggu diraih James Barr Ian dari Malaysia dengan waktu 2 menit 06,96 detik. (Ant/OL-2) Hasil lain: - 200 meter gaya ganti perorangan putri: emas : Natthanan Junkrajang (Thailand) 2 menit 18,75 detik perak: Yi Ting Siow (Malaysia) 2 menit 20,11 detik perunggu: Ressa Dewi K (Indonesia) 2 menit 21,31 detik - 50 meter gaya dada putri: emas : Christina Loh (Malaysia) 32,49 detik perak : Yi Ting Siow (Malaysia) 32,81 detik perunggu: Phiangkhwa Pawapotako (Thailand) 33,39 detik - 1.500 meter putra: emas : Zhen Ren Teo (Singapura) 15 menit 44,32 detik perak : Soon Choy Kevin Yeap (Malaysia) 15 menit 53,79 detik perunggu: Ryan Arebejo (Filipina) 16 menit 01,26 detik |
ARTIKEL 2
Pelari Ini Raih Bonus Rp 600 Juta di SEA Games
TEMPO.CO,Palembang
- Triyaningsih dan I Gede Siman Sudartawa menyumbangkan emas ketiga
untuk Indonesia di SEA Games XXVI kemarin. Triyaningsih meraihnya dari nomor
lari maraton putri, sedangkan Siman menjadi yang tercepat di nomor renang 50
meter gaya punggung putra.
Triyaningsih berhasil merebut emas ketiganya hanya setelah lebih dulu memenangi peperangan melawan rasa sakit di kakinya. Kaki gadis mungil itu--tingginya cuma 146 sentimeter dengan berat 37 kilogram--melepuh setelah menjuarai nomor lari jarak jauh 10 ribu meter pada Selasa lalu. "Jangan bilang-bilang kakiku sakit, ya, nanti Ia masih trauma oleh kejadian pada SEA Games 2007 dan 2009. Ketika itu faktor kesehatan dan Obsesinya untuk merebut tiga emas akhirnya kesampaian di Palembang. Dalam lomba maraton menyusuri Jalan Gubernur A. Bastari, Jakabaring, ia tetap berusaha tampil maksimal. Ia pun mampu finis terdepan dengan catatan waktu 2 jam 45 menit 35 detik, mengungguli pelari Myanmar, San Ni Lar, dan pelari Vietnam, Bham Thi Binh. Namun cedera di kaki kanannya itu membuat ia gagal mematahkan rekor sang kakak, Ruwiyati. Kakak sulungnya itu masih menjadi pemegang rekor SEA Games dengan catatan waktu 2 jam 34 menit 29 detik, yang dicetak pada 1995. Akibat cedera itu pula Triyaningsih harus dibawa pulang dengan ambulans setelah mencapai garis finis, dan kaki kanannya dibalut perban. Saat pengalungan medali, ia diwakili pelari lainnya, Rini Budiarti. Dengan tiga emas di tangan, atlet 24 tahun itu berhak atas bonus Rp 600 juta dari pemerintah. "Bonus itu untuk orang tua," katanya. Pencapaian istimewa Triyaningsih dari cabang atletik itu diikuti oleh Siman di cabang renang. Atlet berusia 17 tahun itu meraih emas ketiganya dari nomor gaya punggung 50 meter putra. Dalam lomba di Aquatic Centre Jakabaring, Palembang, Siman finis dengan waktu 25,62 detik, mengungguli perenang Indonesia lainnya, Glenn Victor Sutanto, dan perenang Singapura, Quah Zheng Wen. "Saya senang sekali, tidak pernah terpikirkan sama sekali bisa menjadi seperti ini," katanya. Sebelumnya, Siman sudah meraih emas dari nomor 100 meter dan 200 meter gaya punggung. Catatan waktunya di nomor 100 meter, 55,59 detik, bahkan mengantar dia memecahkan rekor SEA Games yang ditorehkan perenang Malaysia, Lim Keng Liat, pada 1991. Pelatih tim renang Indonesia, Albert Sutanto, menyebut prestasi Siman itu merupakan kejutan, terutama karena ini menjadi SEA Games pertamanya. "Kita sama bangga. Secara mental, ia bagus, juga disiplin dalam berlatih," katanya. Hari ini Siman akan berusaha merebut emas keempatnya di nomor 4 x 100 meter gaya ganti putra. Ia akan berjuang bersama Glenn Victor, Triadi Fauzi, dan Indra Gunawan. |
PEMBETULAN
Pelari Ini Raih Bonus Rp 600 Juta di SEA Games
TEMPO.CO,Palembang
- Triyaningsih dan I Gede Siman Sudartawa menyumbangkan emas ketiga
untuk Indonesia di SEA Games XXVI kemarin. Triyaningsih meraihnya dari nomor
lari maraton putri, sedangkan Siman menjadi yang tercepat di nomor renang 50
meter gaya punggung putra.
Triyaningsih berhasil merebut emas ketiganya hanya setelah lebih dulu memenangi peperangan melawan rasa sakit di kakinya. Kaki gadis mungil itu--tingginya cuma 146 sentimeter dengan berat 37 kilogram--melepuh setelah menjuarai nomor lari jarak jauh 10 ribu meter pada Selasa lalu. "Jangan bilang-bilang kakiku sakit, ya, nanti tidak boleh tanding," katanya kepada wartawan. Ia masih trauma oleh kejadian pada SEA Games tahun 2007 dan 2009. Ketika itu faktor kesehatan dan padatnya jadwal membuat ia tidakbisa tampil di nomor maraton. Karena itu, dalam kedua SEA Games tersebut ia hanya bisa membawa pulang dua emas, di nomor 5.000 dan 10 ribu meter. Obsesinya untuk merebut tiga emas akhirnya kesampaian di Palembang. Dalam lomba maraton menyusuri Jalan Gubernur A. Bastari, Jakabaring, ia tetap berusaha tampil maksimal. Ia pun mampu finis terdepan dengan catatan waktu 2 jam 45 menit 35 detik, mengungguli pelari Myanmar, San Ni Lar, dan pelari Vietnam, Bham Thi Binh. Namun cedera di kaki kanannya itu membuat ia gagal mematahkan rekor sang kakak, Ruwiyati. Kakak sulungnya itu masih menjadi pemegang rekor SEA Games dengan catatan waktu 2 jam 34 menit 29 detik, yang dicetak pada 1995. Akibat cedera itu pula Triyaningsih harus dibawa pulang dengan ambulans setelah mencapai garis finis, dan kaki kanannya dibalut perban. Saat pengalungan medali, ia diwakili pelari lainnya, Rini Budiarti. Dengan tiga emas di tangan, atlet 24 tahun itu berhak atas bonus Rp 600 juta dari pemerintah. "Bonus itu untuk orang tua," katanya. Pencapaian istimewa Triyaningsih dari cabang atletik itu diikuti oleh Siman di cabang renang. Atlet berusia 17 tahun itu meraih emas ketiganya dari nomor gaya punggung 50 meter putra. Dalam lomba di Aquatic Centre Jakabaring, Palembang, Siman finis dengan waktu 25,62 detik, mengungguli perenang Indonesia lainnya, Glenn Victor Sutanto, dan perenang Singapura, Quah Zheng Wen. "Saya senang sekali, tidak pernah terpikirkan sama sekali bisa menjadi seperti ini," katanya. Sebelumnya, Siman sudah meraih emas dari nomor 100 meter dan 200 meter gaya punggung. Catatan waktunya di nomor 100 meter, 55,59 detik, bahkan mengantar dia memecahkan rekor SEA Games yang ditorehkan perenang Malaysia, Lim Keng Liat, pada 1991. Pelatih tim renang Indonesia, Albert Sutanto, menyebut prestasi Siman itu merupakan kejutan, terutama karena ini menjadi SEA Games pertamanya. "Kita sama bangga. Secara mental, ia bagus, juga disiplin dalam berlatih," katanya. Hari ini Siman akan berusaha merebut emas keempatnya di nomor 4 x 100 meter gaya ganti putra. Ia akan berjuang bersama Glenn Victor, Triadi Fauzi, dan Indra Gunawan. |
SARAN: sebagai wujud penghargaan kepada atlet, negara wajib memberikan
penghargaan kepada sang juara.karena tidak mudah mendapatkan emas itu,banyak
pesaing dari negara lain yang tangguh yang harus dihadapi.
Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2011/11/17/103366970/Pelari-Ini-Raih-Bonus-Rp-600-Juta-di-SEA-Games
- Dari kedua artikel diatas menurut saya artikel yang terbaik dalam penggunaan ejaan terdapat pada artikel 2, karena artikel 1 terdapat 5 ketidakcocokkan dalam penggunaan ejaan.
