Bagaimana Jika Perusahaan Pailit?
Perusahaan bangkrut
disebabkan oleh banyak faktor. Faktor tersebut dapat berasal dari faktor
eksternal atau internal perusahaan. Kedua faktor tersebut mengakibatkan
ketidakseimbangan neraca perusahaan. Komponen internal perusahaan terdiri dari
sumber daya manusia, manajemen, struktur organisasi dan alat-alat produksi.
Komponen-komponen tersebut mirip sebuah peralatan mekanik yang saling
berhubungan satu sama lain. Turunnya prestasi kerja dari salah satu
komponen tersebut mempengaruhi komponen yang lain sehingga kinerja perusahaan
jadi buruk.
Kinerja
perusahaan yang buruk pada stadium akut membuat status perusahaan pada kategori
pailit. Tentunya tak ada satupun perusahaan di dunia ini yang mengharapkan
berada di posisi jelek seperti ini. Karena, ini berarti kerugian yang
ditanggung oleh perusahaan sangatlah besar. Semua aspek dari perusahaan
tersebut mendapat prestasi kerja yang buruk. Butuh waktu yang panjang untuk
memperbaiki itu semua.
Perusahaan
bangkrut yang disebabkan oleh faktor eksternal perusahaan masih dapat
ditanggulangi oleh perusahaan. Faktor eksternal perusahaan yang tidak dapat
diprediksi, misal bencana alam. Kerusakan kinerja perusahaan hanya terjadi pada
fisik perusahaan. Kerusakan tersebut sudah dijamin oleh pemerintah atau lembaga
keuangan asuransi. Sektor produksi hanya berhenti sementara sedangkan sektor
keuangan masih terjamin. Penurunan prestasi kerja perusahaan hanya bersifat
sementara.
Perusahaan
bangkrut yang disebabkan oleh faktor internal perusahaan yang justru menjadi
sebuah peluang usaha harus memiliki syarat legalitas hukum. Hal ini
terkait dengan neraca keuangan perusahaan dan struktur jajaran organisasi
perusahaan. Perusahaan bangkrut akibat kesalahan internal perusahaan memaksa
jajaran manajerial dan struktural perusahaan mengalami perombakan. Para
pimpinan melakukan negosiasi ulang dengan pemilik modal dan para kreditor.
Utang publik yang terlanjur diserap oleh perusahaan harus di-restrukturisasi
ulang. Dalam hal ini, perusahaan tidak dapat mengembalikan dana dari beban
utang yang ada. Konsekuensi perusahaan yang berada dalam posisi pailit seperti
ini yaitu pemberhentian sementara operasional perusahaan. Peluang usaha untuk
memperbaiki prestasi kerja perusahaan yang paling dasar ini, terjadi pada saat
momen seperti ini.
Opsi
perusahaan bangkrut kepada para kreditur dapat berupa konversi utang jadi
saham. Perubahan yang terjadi pada perusahaan terletak pada struktur manajemen
dan organisasi perusahaan pada level top (atas). Struktur manajemen perusahaan
yang baru ini diharapkan mampu memperbaiki prestasi kerja perusahaan. Komposisi
pemilik perusahaan menjadi berubah. Proporsi pemilik lama perusahaan jadi susut
yang disebabkan oleh masuknya kepemilikan saham yang baru. Bagi pemilik saham
baru, kepemilikan saham di perusahaan ini menjadi peluang usaha yang bernilai
tinggi. Pemilik saham baru akan menilai lebih untung dibandingkan proses
akuisisi, merger atau membuka usaha baru.
Bagi
pemilik lama, pengalihan utang jadi saham mengurangi beban kewajiban perusahaan.
Neraca keuangan perusahaan menjadi lebih sehat. Beban perusahaan menjadi
tanggungan bersama. Kesempatan perusahaan memperbaiki prestasi kerja perusahaan
terbuka lebar. Dengan struktur manajemen perusahaan baru dan komposisi
kepemilikan saham baru dapat memberi peluang usaha yang besar menarik para
investor baru.
Para investor baru akan menilai perusahaan tersebut memiliki
prospektus yang bagus. Perusahaan sedang pailit bukan berarti perusahaan berada
di ambang kehancuran. Sepanjang perusahaan bangkrut tersebut mentaati legalitas
hukum dan memiliki aset yang bagus, perusahaan yang sedang pailit akan tetap
memiliki peluang usaha yang lebar untuk bertahan. Bahkan, peluang
usaha yang ada dapat menciptakan inovasi segar dan baru di segala lini. Inovasi
tersebut, antara lain: inovasi manajemen, inovasi produk, inovasi pemasaran dan
penjualan.
CONTOH PERUSAHAAN YANG TELAH PAILIT
Perusahaan Tommy Soeharto Pailit di Singapura
Humpuss
pailit setelah Pengadilan Tinggi Singapura mengabulkan permohonan Lisen Ltd.
VIVAnews - Perusahaan milik Hutomo Mandala Putra atau yang lebih
dikenal Tommy Soeharto, Humpuss Sea Transport Pte. Ltd. dinyatakan pailit di
Singapura pada 20 Januari 2012.
Dikutip VIVAnews.com dari laman resmi Bursa Efek Indonesia, Selasa 7 Februari 2012, Humpuss dinyatakan pailit setelah Pengadilan Tinggi Singapura mengabulkan permohonan gugatan kepailitan oleh Lisen International Limited melalui kuasa hukumnya, TSMP Law Corporation terhadap Humpuss.
"Dengan ini kami sampaikan pada hari Jumat 20 Januari 2012, Majelis Hakim perkara terkait telah mengambil keputusan dengan amar putusan menyatakan Humpuss pailit," kata Corporate Secretary PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk, aviliasi Humpuss Sea Transport, M Yayak Iskandar.
Keputusan kedua, kata Yayak, yaitu menunjuk Cossimo Borelli dan Jason Kardachi baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama sebagai likuidator dari Humpuss. Kemudian terakhir, menyatakan bahwa biaya perkara akan disetujui oleh para pihak atau ditentukan kemudian dan dibayarkan kepada Linsen melalui aset Humpuss.
Namun, hingga saat ini, perusahaan belum menerima salinan putusan tersebut. Yayak menyatakan apabila perusahaan telah mendapatkannya akan disampaikan kemudian kepada otoritas pasar modal. Sedangkan pengaruhnya terhadap pendapatan konsolidasi PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk saat ini sedang dalam tahap pengkajian.
Sebagai informasi, dikutip dari laman resmi Humpuss, tertulis berawal dari sebuah Divisi LNG dari PT Humpuss, Perseroan membangun kapal pertamanya, Ekaputra pada 1986. Dengan kapasitas 78.988 DWT, Ekaputra merupakan kapal LNG yang terbesar di dunia saat itu. Divisi LNG ini berubah menjadi Divisi Perkapalan pada 1990 dan mengembangkan bisnisnya melayani transportasi methanol.
Pada 1992 divisi ini berkembang menjadi anak perusahaan dengan nama PT Humpuss Sea Transport dan mulai menjalankan transportasi minyak. Pengembangan usaha terus dilakukan pada tahun-tahun berikutnya dengan menambah berbagai armada kapal mulai dari kapal tanker dengan kapasitas
1.300-37.000 DWT hingga kapal tunda dan tongkang.
Perluasan usaha juga dilakukan dengan merambah ke beberapa sektor baru seperti manajemen teknis kapal, layanan manajemen awak kapal, dan jasa keagenan kapal. Pada 1997 perseroan berganti nama menjadi PT Humpuss Intermoda Transportasi.
Perusahaan menawarkan 74 juta lembar saham pertamanya melalui Penawaran Publik Perdana pada 24 November 1997, dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada 15 Desember 1997. (eh).
Dikutip VIVAnews.com dari laman resmi Bursa Efek Indonesia, Selasa 7 Februari 2012, Humpuss dinyatakan pailit setelah Pengadilan Tinggi Singapura mengabulkan permohonan gugatan kepailitan oleh Lisen International Limited melalui kuasa hukumnya, TSMP Law Corporation terhadap Humpuss.
"Dengan ini kami sampaikan pada hari Jumat 20 Januari 2012, Majelis Hakim perkara terkait telah mengambil keputusan dengan amar putusan menyatakan Humpuss pailit," kata Corporate Secretary PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk, aviliasi Humpuss Sea Transport, M Yayak Iskandar.
Keputusan kedua, kata Yayak, yaitu menunjuk Cossimo Borelli dan Jason Kardachi baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama sebagai likuidator dari Humpuss. Kemudian terakhir, menyatakan bahwa biaya perkara akan disetujui oleh para pihak atau ditentukan kemudian dan dibayarkan kepada Linsen melalui aset Humpuss.
Namun, hingga saat ini, perusahaan belum menerima salinan putusan tersebut. Yayak menyatakan apabila perusahaan telah mendapatkannya akan disampaikan kemudian kepada otoritas pasar modal. Sedangkan pengaruhnya terhadap pendapatan konsolidasi PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk saat ini sedang dalam tahap pengkajian.
Sebagai informasi, dikutip dari laman resmi Humpuss, tertulis berawal dari sebuah Divisi LNG dari PT Humpuss, Perseroan membangun kapal pertamanya, Ekaputra pada 1986. Dengan kapasitas 78.988 DWT, Ekaputra merupakan kapal LNG yang terbesar di dunia saat itu. Divisi LNG ini berubah menjadi Divisi Perkapalan pada 1990 dan mengembangkan bisnisnya melayani transportasi methanol.
Pada 1992 divisi ini berkembang menjadi anak perusahaan dengan nama PT Humpuss Sea Transport dan mulai menjalankan transportasi minyak. Pengembangan usaha terus dilakukan pada tahun-tahun berikutnya dengan menambah berbagai armada kapal mulai dari kapal tanker dengan kapasitas
1.300-37.000 DWT hingga kapal tunda dan tongkang.
Perluasan usaha juga dilakukan dengan merambah ke beberapa sektor baru seperti manajemen teknis kapal, layanan manajemen awak kapal, dan jasa keagenan kapal. Pada 1997 perseroan berganti nama menjadi PT Humpuss Intermoda Transportasi.
Perusahaan menawarkan 74 juta lembar saham pertamanya melalui Penawaran Publik Perdana pada 24 November 1997, dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada 15 Desember 1997. (eh).
Bangkrutnya
Kodak, bangkrutnya pelopor fotografi
Jumat,
20 Januari 2012 19:33 WIB | 5537 Views
Jakarta (ANTARA News) - Eastman Kodak Co, ikon fotografi yang menemukan kamera tenteng (hand-held) telah mengajukan pailit dan berencana mengerutkan postur usahanya.
Langkah ini ditempuh demi menghentikan laju terjun bebas dari meruginya salah satu perusahaan terkenal di Amerika Serikat itu.
Pengajuan pailit yang di Amerika terkenal dengan Pasal 11 ini, membuat Kodak menjadi perusahaan terbesar yang menjadi korban krisis di era digital. Perusahaan ini gagal mengeluarkan teknologi lebih modern seperti kamera digital yang ironisnya justru ditemukannya.
Kodak pernah mendominasi industri ini.
Status pailit ini membuat perusahaan yang didirikan pada 1880 itu mampu mendapatkan pembeli untuk sekitar 1.100 paten digitalnya.
Kodak kini mempekerjakan 17.000 staf di seluruh dunia, padahal sembilan tahun lalu ada 63.900 orang.
"Ini adalah hari yang sangat menyedihkan sekalipun kita telah berusaha mencegahnya," kata Shannon Cross, analis pada Cross Research. "Jika perusahaan ini bertahan, maka akan menjadi entitas (bisnis) yang jauh lebih kecil."
Menurut berkas ajuan pailit ke pengadilan pailit AS di Manhattan, Kodak memiliki asset 5,1 miliar dolar AS dan 6,75 miliar dolar AS liabilitas sampai akhir September lalu.
Dari berkas itu pula diketahui bahwa Chief Financial Officer Antoinette McCorvey mengungkapkan rencana Kodak untuk menjual asset-asset pentingnya selama pailit itu.
Kodak berharap menuntaskan program restrukturisasi pada 2013. "Ini adalah satu langkah yang memang dibutuhkan dan hal baik yang mesti dilakuan demi masa depan Kodak," kata Chairman dan Chief Executive Antonio Perez.
Nilai pasar Kodak telah amblas di bawah 100 juta dolar AS dari 31 miliar dolar AS yang dicapai 15 tahun lalu ketika harga sahamnya bertengger di 94 dolar AS. Tapi kini harga sahamnya hanya 30 sen.
Kodak akhirnya memenangkan persetujuan resmi hakim kepailitan AS Allan Gropper untuk mendapatkan dana talangan senilai 650 juta dolar AS dari konsorsium pimpinan Citigroup Inc. Jumlah ini kurang 300 juta dolar AS dari yang diminta Kodak. Tapi itu cukup membantu perusahaan untuk tetap beroperasi dan menghindari dilikuidasi.
Dengar pendapat akhir akan dilangsungkan 15 Februari nanti.
Proposal paket 18 bulan yang diajukan Kodak ini ditentang para kreditor karena khawatir Kodak tak bisa melunasiny, apalagi jika manajemen membiarkan kerugian terus menggunung dan gagal mereorganisasi perusahaan.
"Tak akan menjadi Pasal 7," kata hakim, merujuk kode pasal kepailitan di AS yang berarti sebuah perusahaan harus dilikuidasi.
Paten digital
Perez, mantan eksekutif Hewlett-Packard Co yang menjadi kepala Kodak pada 2005, beberapa tahun terakhir telah membanting usaha Kodak ke bisnis printer namun gagal memperbaiki profitabiltas perusahaan. Sejak 2007 Kodak tak bisa lagi untung.
Kodak tertinggal untuk waktu lama dari para pesaingnya, kata Ananda Baruah, analis Brean Murray.
Kodak berjuang keras memenuhi kewajiban pensiun dan lainnya bagi lebih dari 65.000 pekerja, pensiunan dan lainnya.
McCorvey mengatakan Apple Inc, produsen BlackBerry Research in Motion Ltd dan HTC Corp dari Taiwan mundur dari negosiasi paten karena kondisi keuangan Kodak berdarah-darah.
Litigasi paten terpenting Kodak untuk bisa untung kembali. Kodak menggugat Apple, Research in Motion dan HTC karena melanggar paten, namun ketiga perusahaan ini membantah.
Menurut McCorvey, Kodak menderita krisis likuiditas yang akut setelah para vendor menghentikan pengapalan dan penyediaan jasa, serta menuntut jangka pembayaran yang lebih pendek.
Kodak mengaku memiliki dana tunai 820 juta dolar AS, tapi angka itu anjlok hingga hanya 56,7 juta dolar AS. Dan ini menekan kantor pusat Kodak di Rochester, New York, di mana jumlah pekerjanya terpangkas menjadi sekitar 7.000 orang dari sebelumnya 60.000 orang.
Andrew Cuomo, Gubernur New York, menyebut status pailit Kodak ini sebagai berita yang sulit dan disesalkan oleh kota tersebut, sementara Bank investasi Lazard membantu Kodak untuk mendapatkan pembeli paten digitalnya.
Mark Zupan, dekan fakultas bisnis Universitas Rochester, mengatakan Kodak masih memiliki banyak sekali nilai sehingga tak perlu dilikuidasi. "Segmen-segmen akan cukup menguntungkan demi mempertahankan status leader ketika perusahaan menjadi lebih ramping," katanya.
Perez mengatakan pailit akan membantu Kodak memaksimalisasi nilai paten yang berkaitan dengan pencitraan digital yang digunakan secara virtual dalam setiap kamera digital modern, ponsel pintar dan tablet.
Andrew Dietderich, pengacara Kodak, berkata kepada Gropper dalam dengar pendapat Kamis itu bahwa perusahaan itu percaya masih memiliki hak intelektual antara 2,2 - 2,6 miliar dolar AS.
Di antara 100.000 kreditor Kodak itu diantaranya adalah Wal-Mart Stores Inc, Target Corp, Sony Corp dan Walt Disney Co.
Trademark
George Eastman yang putus sekolah SMA dari kawasan utara New York, mendirikan perusahaan ini pada 1880 dan mulai membuat piringan-piringan fotografis. Untuk mengembangkan bisnisnya, dia menggunakan mesin bekas untuk membuat piringan-piringan foto.
Dalam delapan tahun, nama Kodak menjadi trademark. Perusahaan ini lalu mengenalkan kamera tenteng, lalu film roll-up. Eastman juga mengenalkan "Wage Dividend" dalam mana perusahaan memberi bonus kepada karyawan berdasarkan kinerjanya.
Kodak lalu membuat kamera-kamera seperti Brownie yang diluncurkan pada 1900 dan Instamatic pada 1963.
Di lamannya, perusahaan ini mengatakan bahwa sebuah kamera Kodak telah digunakan pada misi Apollo 11 tahun 1969. "Kamera Kodak telah digunakan oleh para astronot untuk memfilmkan pendaratan di bulan hanya dalam jarak beberapa inchi," kata NASA.
Film Kodak telah digunakan pada 80 film pemenang Oscar untuk Film Terbaik.
Pada 1975, Kodak menemukan kamera digital seukuran pemanggang roti. Kamera digital ini terlalu besar untuk saku fotografer amatir yang kantongnya kini bisa dipenuhi kamera-kamera digital buatan Canon, Casio dan Nikon.
Namun Kodak malah mencampakkan kamera digital dan bertahun-tahun hanya menyaksikan pesaing-pesaingnya merampas pangsa pasar digital.
Pada 1994, Kodak men-spin off bisnis kimia-nya, Eastman Chemical Co, yang terbukti berhasil.
Kejatuhan Kodak di depan mata ketika September lalu, investor menarik 160 juta kreditnya sehingga membuat keuangan perusahaan menjadi kering.
Belum jelas benar bagaimanakah Kodak akan menangani kewajiban pensiunya, yang kebanyakan mengambilnya berdekade-dekade lalu ketika perusahaan-perusahaan AS malah menawarkan paket pensiun dan kesehatan yang lebih menarik.
sumber: Reuters
Editor:
Jafar M Sidik
COPYRIGHT
© 2012
