Pages

Rabu, 06 Oktober 2010

Biodataku

Tentang Kehidupanku 

Nama             : Nur
Agama           : Islam
Jenis kelamin  : Perempuan
Hobi              : Menonton Film Bollywood
Aktivitas        : Kuliah dan Ikut Organisasi Karang Taruna
Anak ke-       : Anak ke 3 dari 3 bersaudara
        Menjadi anak bungsu bagiku tidak seenak apa yang orang lain pikirkan. Kebanyakan orang menganggap anak bungsu itu manja,apa saja yang diinginkan anak pasti diturutin,dan tidak mandiri,tetapi itu semua tidak dengan diriku. Aku anak yang mandiri,flaksibel,mampu menghormati dan menghargai orang lain.Kenyataan yang harus aku hadapi karena kesalahan kedua kakakku,aku memikul beban cita-cita kedua orangtuaku yang tidak bisa mereka rasakan dan dapatkan dari kedua kakakku. Padahal,sebagai seorang anak aku ingin melakukan apa yang selama ini aku harapkan dari diriku sendiri. Sesungguhnya aku memang sangat menyayangi kedua orangtuaku,terutama mamaku yang selalu mengajarkan aku untuk selalu beribadah dan hidup hemat,tapi sulit untuk aku mengungkapkan semuanya kepada mama,tidak seperti anak remaja lain yang selalu menceritakan keluh kesahnya kepada mamanya karena aku terbilang anak yang tidak dekat dengan mama. Bukannya aku tidak menginginkan semua itu,tapi sampai detik inipun aku tidak tahu alasannya kenapa ini semua terjadi pada diriku. Kadang dibenak pikiranku aku selalu bertanya "Apa ini kesalahnku ataukah karena keadaan?". Walaupun aku tidak bisa mencurahkan isi hatiku kepada mama,tapi untuk saat ini dan kedepannya,aku akan membahagiakan kedua orangtuaku dengan usahaku sendiri. Dengan kejadian ini pula aku berjanji dengan diriku jika nanti aku kelak menjadi ibu,aku akan menjadi ibu yang paling baik sedunia untuk anak-anakku,dan akan selalu mendengarkan keluh kesahnya.
        Kehidupan yang banyak rintangan ini tidak aku jalani sendiri,karena ada sahabat yang selalu mendampingiku. Aku beruntung mempunyai sahabat yang mengerti aku,menasehati dikala aku berbuat kesalahan dan membangunkanku dikala aku terjatuh. Dapat dikatakan tidak mudah mendapatkan sahabat yang baik seperti itu. Sahabatku bernama Etika Zaenita,tapi kerap aku memanggilnya dengan sebutan tekong,aneh buatku tapi lucu. Aku mulai bersahabat dengan tekong sejak duduk dibangku SMA,setelah lulus SMA kami mempunyai jalan hidup yang berbeda,tekomg mulai memasuki dunia kerja sedangkan aku memasuki dunia perkuliahan. Perbedaan itu tidak menyurutkan persahabatan kita,bahkan kami saling bertukar cerita.Banyak pengalaman yang aku torehkan dengan tekong dan itu tidak akan pernah aku lupakan.
        Tidak hanya dengan sahabat,aku juga sama halnya seperti remaja lain yang sering jatuh bangun karena cinta. Bagi aku masalah percintaan itu sangat sensitive karena setitik saja kita menodai itu akan menyakitkan perasaan pasangan kita. mungkin dalam urusan percintaan aku tidak seberuntung temanku yang lain,bahkan terkadang aku iri sama mereka karena hubungan mereka sudah mendapatkan restu dari kedua orangtuanya. Sedangkan sampai sekarang hubungan percintaan aku tidak direstui oleh kedua orangtuaku. Sebenarnya aku sudah mengetahui alasan kenapa kedua orangtuaku tidak merestuinya,sejujurnya aku sedih mengetahui alasan itu,karena aku takut menyakiti perasaan pasanganku. Semua orangtua pasti menginginkan pasangan hidup yang sempurna untuk anaknya,niat setiap orangtua itu baik hanya saja mereka salah dalam menyampaikan apa yang diinginkan kepada anaknya,dibalik itu semua mereka tidak menyadari bahwa anaklah yang merasa tertekan. Seperti halnya denganku,orangtuaku mengharapkan aku mendapatkan pasangan yang berpangkat,orang yang berada, dan berpendidikan. Sedangkan pasanganku tidak memenuhi kriteria itu. Bagiku status itu tidak penting karena aku yakin jika seseorang itu bersungguh-sungguh dalam menjalankan sesuatu,tidak hanya status bahkan kehormatanpun dapat didapatkan dan dicapainya. Aku menerima pasanganku apa adanya karena dia rezeki yang diberikan Allah SWT untuk diriku. Pasanganku selalu memberikan yang terbaik buatku,bahkan dia sangat menyayangi keluargaku tanpa mereka ketahui. Dia berjanji untuk berusaha dan berjuang agar kelak cinta kami mendapatkan restu. Aku dan dia akan membahagiakan kedua orangtua kami. Karena dalam menjalani sebuah hubungan,kita tidak hanya mencintai dan menyayangi pasangan kita,tetapi mencintai dan menyayangi keluarga besar kita bedua.
        Tidak terasa sekarang aku sudah duduk dibangku kuliah,awalnya aku belum mampu beradaptasi dengan lingkungan baruku,namun kini setelah aku jalani aku sudah mulai mampu beradaptasi meskipun belum seutuhnya. Jujur aju masih perlu bimbingan dari teman-teman dan dosenku agar aku dapat menjadi mahasiswi yang baik di Universitas Gunadarma.
        Masih panjang perjalananku untuk melalui kehidupan ini. Apa yang aku pelajari dari diriku itu semua aku dapatkan dari lingkungan keluarga,lingkungan rumah,dan lingkungan sekitarku. Aku akan menerapkannya untuk kehidupanku agar menjadi manusia yang lebih baik lagi, dan dapat menjadi contoh yang baik untuk orang lain.






0 komentar:

Posting Komentar