Bulan januari 2012 ini, BMKG memprediksi bahwa intensitas curah hujan disertai angin di Jakarta sangat tinggi. Prediksi BMKG tersebut memang benar karena 2 hari belakangan ini hujan yang mengguyur Ibukota sangat besar disertai angin. Kalau dibilang sih Hujan badai sehingga mengakibatkan pohon-pohon tumbang dimana-mana,papan reklame jatuh menghantam mobil yang berada dibawahnya,dan banjir, pasca kejadian tersebut jalan-jalan di Ibukota dilanda kemacetan yang sangat parah,kejadian tersebut juga menyebabkan 2 orang tewas.
Awalnya aku tidak mengetahui kalau diluar terjadi hujan badai karena pada saat kejadian aku lagi berada dikampus lantai 7 dan proses belajar mengajar sedang berlangsung. Aku mengetahuinya dari pacarku sontak aku langsung terkejut dan izin sebentar untuk menelepon mamaku karena saat hujan badai sedang berlagsung mamaku dirumah sendiri, aku teringat beliau dan kasihan kalau sendiri dirumah takut terjadi apa-apa. Deg-deg-deg jantungku terus berdetak tak menentu,pikiranku kemana-mana, karena kata pacarku dirumahku masjid mengumandangkan dzikir dan adzan padahal belum masuk waktu ashar,asbes-asbes juga pada berterbangan. Aku juga menelepon kakakku menanyakan keadaan ditangerang, bagaimana? kata kakakku "disini juga lagi hujan deras,aan juga belum pulang sekolah" yaudah aku suruh kakakku untuk telepon wali kelas aan biar aan ditahan dan jangan pulang dulu sampai hujannya reda.
Ketika aku lihat suasana dari jendela keadaan diluar sangat gelap diselimuti kabut hitam,bahkan petir dan geludug terus bernyanyi tanpa henti-hentinya. Aku hanya bisa berdoa agar ALLAH SWT melindungi orang-orang yang aku cintai, perasaan takut,khawatir dan sedih meracuni pikiranku karena aku bingung apa yang harus aku lakukan. Menangispun tidak bisa dengan keadaan kelas yang sangat ramai. Aku takut kejadian yang sama aku rasakan lagi pada saat aku benar-benar melihat angin puting beliung menyapu harta benda didepan mataku, disitulah aku trauma dengan kejadian ini. Menunggu sekian menit alhamdulillah hujan semakin reda keadaanpun mulai semakin kondusif tapi tetap gerimis sampai kira-kira pukul 17.30WIB, karena hujan gak berenti-berenti aku tetap nekad pulang habis aku khawatir dengan keadaan rumah.
Selama perjalanan aku terus berhati-hati mengendarai sepeda motorku karena aku takut sewaktu-waktu pohon tumbang dan mengenaiku. Pulangnya aku lewat arah monas, biasanya gk macet tapi ini macet parah. Disekelilingku aku benar-benar menyaksikan pohon tumbang.. iiihhh serem banget mana hujan terus turun lagi.. bahkan polisipun tidak bisa mengatasi kemacetan ini. Alhamdulillah aku selamat sampai rumah,mama gk kenapa-kenapa keadaan semuanya baik. Aku baru bisa lega.
Keesokan harinya aku menonton berita ditelevisi, dari kejadian kemarin terekam seperti apa ngerinya hujan badai yang melanda Ibukota, dengan kejadian tersebut masyarakat yang harta bendanya menjadi korban mendapatkan biaya ganti rugi oleh Dinas pertamanan dan sebagian pohon-pohon tumbang sudah mulai dibersihkan. tapi keadaan belum sepenuhnya stabil karena sampai akhir Januari hujan deras disertai angin akan terus mengguyur Ibukota. Nahh dari kejadian ini kita harus belajar bagaimana menyayangi bumi (lingkungan) yang semakin hari umurnya semakin tua sebab kita tidak bisa berbuat apa-apa saat alam ini murka.

0 komentar:
Posting Komentar