Kondisi Koperasi di Indonesia Tahun 2011
Dari 186.907 unit koperasi itu, memiliki 30.472 anggota dengan volume usaha sebesar Rp 97.276 triliun serta modal sendiri mencapai Rp 30,10 triliun. Dibandingkan dengan Desember 2008 angka pertumbuhan koperasi mencapai 20,6%. Ia berharap, pertumbuhan koperasi yang tinggi akan berkontribusi terhadap perekonomian negara. Terutama dalam dalam penyerapan tenaga kerja dan pembayaran retribusi termasuk pajak unit-unit usaha koperasi.
Pertumbuhan jumlah koperasi ini seiring dengan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 19 bank yang per 30 Juni 2011 ini juga mengalami peningkatan. Sejak diluncurkan 2007 lalu sampai 30 Juni 2011 realisasi penyaluran KUR sudah mencapai Rp 49,9 triliun untuk 4,804.100 debitur. Adapun target penyaluran KUR tahun 2011 sebesar Rp 20 triliun kepada 991,542 debitur.
Dalam peringatan hari koperasi, juga dilakukan penyerahan simbolis KUR dari Bank BRI senilai Rp 8,697 triliun untuk 914,103 debitur, Bank Mandiri senilai Rp 1,562 triliun untuk 26,926 debitur, Bank BNI senilai Rp 1,616 triliun untuk 18,490 debitur, dan Bank BTN Rp297,3 miliar untuk 2,249 debitur.
Harapan untuk koperasi
indonesia kedepannya
Dalam proses pembangunan ekonomi, kita menyadari
kerap terjadi sektor-sektor yang terpinggirkan atau terlupakan, baik oleh para
pelaku ekonomi maupun para pengambil kebijakan. Biasanya yang terpinggirkan ini
adalah mereka yang bergerak di usaha kecil, mikro, menengah, dan beberapa jenis
badan usaha yng kurang mendapat arah, seperi koperasi. Padahal, usaha kecil
tidak pernah mempersoalkan kenapa mereka menjadi kecil. Mereka memahami adanya
perbedaan kemakmuran, besar-kecil, sebagai bagian yan tidak terhindarkan dalam
sistem ekonomi seperti yang kita alami saat ini. Namun persoalannya bukanlah
pada lebih atau kurang, tapi lebih kepada sebuah etos : jangan mengambil
segalanya sehingga tidak tertinggal apapun bagi orang lain.
Tidaklah berlebihan apabila ditengah upaya kita menghadapi pasar bebas dan
globalisasi, upaya membangun koperasi yang memiliki daya saing, efisiensi,
budaya perusahaan (corporate culture), dan inovasi, menjadi hal yang tak
terhindarkan. Koperasi adalah bangun usaha yang paling cocok bagi karakter
bangsa kita dalam menghadapi globalisasi tersebut. Oleh karena itu kita semua berupaya mengangkat atau
membawa kembali koperasi kedalam mainstream pembangunan bangsa. Semoga pada
akhir hari nanti, bukan hanya pertanyaan-pertanyaan mengenai harapan koperasi
tetapi juga jawaban yang bermakna dan konkret bagi pengembangan koperasi di era
globalisasi.

0 komentar:
Posting Komentar