Pages

Senin, 14 November 2011

Tulisan 3# Bahasa Indonesia2


Pengalaman aku  ikut suatu organisasi itu memang mengasyikkan,tapi terkadang memberatkan kita karena tanggungjawab yang harus kita jalankan. Apalagi organisasi yang bernaung di lingkungan rumah yaitu Karang Taruna (Katar). Sudah hampir 6tahun aku mengikuti organisasi tersebut. Walaupun pada saat itu umur aku belum cukup kriteria menjadi seorang karang taruna,tapi alhamdulillah aku sudah dipercaya mengikuti kegiatan tersebut . Awalnya aku menjadi pengibar bendera pada saat acara 17 Agustus setiap tahunnya. Berhubung kakak seniorku disini sudah sibuk dengan kegiatannya akhirnya aku menjabat sebagai Sekretaris II Katar membantu Sekretaris I. Terus dan terus pada akhirnya 1 tahun yang lalu aku dipilih menjadi Ketua Karang taruna tepatnya Juli  2010. Semua kegiatan dilakukan dengan baik dan berjalan lancar. 

Pada tahun ini adalah yang terberat aku jalani menjadi seorang ketua sebab waktuku terbagi dengan kegiatan kuliah yang padat dengan tugas-tugas yang harus aku selesaikan. Bukan itu saja, lingkungan tempat tinggalku sekarang tidak aman,tidak seperti dulu-dulu. Jadi cerita, teman-teman aku tawuran sama RW sebelah , mereka menyerang satu sama lain didepan gang kompleks kami. Ada yang membawa senjata tajam (gir,dan lain-lain), memang tidak ada korban jiwa dalam tawuran ini,tapi korbannya fasilitas umum menjadi hancur dan jalanan banyak dipenuhi batu-batu yang lumayan besar. Mereka tawuran pada malam hari,jadi tidak ada yang tahu Cuma hansip yang tahu, tapi itu juga tidak cukup menghadang anak-anak lingkungan rumah kami karena jumlahnya banyak.  Yang hanya dilakukan oleh kedua hansip itu Cuma mendatangi rumah Rw kami. Semua staff berkumpul dan menyudahi tawuran tersebut. Kamipun selingkungkan bangun dan keluar karena mendengar suara-suara berisik tersebut.  Setelah semuanya aman, pada malam itupun anak-anak lingkungan kami ditanya sebab mula tawuran mereka menjawab dari Rw sebelah duluan yang mengusik salah satu anak sini, karena rasa solidarisme yang tinggi makanya mereka bermaksud membela anak itu sehingga tawuran tidak bisa terelakkan. Tapi,disini saya tidak mau membela dan menyalahkan siapapun karena mereka juga sudah dewasa bisa membedakan baik dan buruk,mereka juga mempunyai tanggungjawab terhadap warga untuk menjadikan lingkungan ini aman. Suasana pada malam itu sangat menegangkan,hiruk pikuk dimana-mana, orangtua yang anaknya ikut tawuran tersebut pada panik dan teriak-teriak ”anak gue mane-anak gue mane”. Anak-anak itupun langsung diomelin sama ibunya masing-masing, kasihan sihh liatnya tapi mau gmn lagi ? toh dia yang berbuat salah dia juga yang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.  

Keesokan harinya saya membahas lagi tentang tawuran tersebut kepada salah satu teman saya, dan semua jawaban telah saya dapatkan. Seluruh staff Rw dan Karang taruna dipertemukan dalam rapat mendadak di balai warga yang dihadiri oleh anak-anak yang ikut tawuran,anggota karang taruna, hansip,dan perwakilan dari orangrtua,serta polisi yang mengamankan lingkungan. Semua dalam rapat dibahas, tentang bgaimana solusinya dan hal-hal yang dapat menyelesaikan konflik, keamanan komplekspun diperketat pokoknya jam 10 malam anak-anak tidak diperizinkan keluar kompleks apapun alasannya. Beberapa minggu suasanapun kondusif,tapi itu tidak berangsur lama dan membaik,ternyata tawuran masih tetap dilakukan bahakan tambah parah. Wah ini gak bisa dibiarin akhirnya wakil camat kami mengajak seluruh anggota karang taruna,staff Rw,dan ibu PKK k Puncak untuk penyuluhan tentang tawuran. Pak wakil camat melihat kalau lingkungan kami tidak pernah ikut tawuran sehingga itulah sebab beliau mengundang kami, tapi beliau salah beliaupun belum tau yang sebenarnya. Kesempatan jalan-jalan ini tidak kami sia-siakan akhirnya tiba waktu kami pergi ke Puncak. Disana kami dikasih penyuluhan untuk tidak tawuran dan kami juga dipercaya untuk menjadi polisi masyarakat lingkungan yang ada disekitar tugas kami jika sewaktu-waktu ada tawuran dilingkungan kami,maka kamilah yang pertama bertindak. Suasana puncak yang sejuk membuat kami lupa tentang semua masalah dan padatnya aktivitas di Jakarta, Puncakpun menjadi salah satu alternatif yang terbilang mampu menghapus polusi-polusi udara yang pekat dijakarta. Kegiatan di puncak yaitu terus menerus dikasih seminar-seminar yang bermanfaat bagi ketretiban lingkungan kami. Kami di puncak diberi kesempatan selama 2 hari 1 malam,walaupun terbilang singkat tapi itu menyenangkan. Pada saat pulangpun kami diberikan bekal berupa makanan hokben dan uang senilai Rp.150.000/jiwa.  

Baru aja seminggu yang lalu kami semua dikasih penyuluhan dan peringatan bahaya tawuran eehhh malah lingkungan kami tawuran lagi, tawuran lagi. Memang tidak ada kapoknya kalau dibilang, peringatan kedua kalipun diberikan oleh satff RW, aduuhh semua kelimpangan menghadapi anak-anak lingkungan kami. Rapat kedua dilaksanakan yang isinya jika terjadi tawuran lagi maka staff Rw tidak bertanggung jawab dan menyerahkan ini semua ke aparat keamanan..!!!.  rapatpun selesai. Alhamdulillah bulan ramadhanpun tiba kami menyambut bahagia, seketika lingkungan kami benar-benar aman hingga 1minggu,2minggu,3minggu, dan memasuki malam takbiran anak-anak lingkungan kami menyewa bus untuk keliling-keliling tapi tanpa seizin Rw. Aku dan pacarku ikut keliling tapi menggunakan motor tidak masuk kedalam busnya. Setelah keliling 1 jam, kami pulang bermaksud untuk beristirahat bersama rombongan bus. Aku,pacarku,dan anak-anak bercengkerama, bercanda tawa dan maaf memaafkan sambil mengumandangkan takbir. Ahh karena aku tidak boleh pulang lama-lama akhirnya aku dan pacarku pulang 10 mnt setelah kami pulang ternyata anak Rw sebelah menyerang anak-anak lingkungan kami dengan membawa senjata dan batu yang cukup besar. Memang pada saat itu aku tidak ada di TKP, tapi ada yang yang melapor padaku kalau anak-anak diserang didepan jembatann.. waahh aku shock dan panik mana katanya ada korban yang berjatuhan dari lingkungan kami 2 orang , 1 bocor,dan satunya lagi mengalami luka dibagian perut, alhamdulillah 2 korban dari lingkungan kami tidak mengalami luka serius, sedangakn dari lingkungan sana  korbannya bahkan mengalami koma. Tidak terbayangkan pada saat kejadian itu mana lagi takbiran, dimana malam yang suci yang seharusnya kami saling memaafkan ternyata dikotori dengan tawuran tersebut.. 1unit mobil polisi datang diTKP, pos hansip lingkungan aku rusak parah, warung yang ad dijembatan dan tukang bakso pada hancur  berantakan. Siapa yang disalahkan jika sudah terjadi seperti ini???    Ternyata walaupun sudah ada polisi itu tidak menjamin karena katanya anak-anak Rw sebelah ingin menyerang lagi dan balas dendam.. jelas donk ibu-ibu panik pada cari anaknya, dan berlarian kesana kemari apalagi setelah mendengar akan diserang balik. Wahh bapak-bapak lingkungan rumah kamipun naik pitam,bahkan pacarku ingin maju jika hal itu terjadi. Aku sibuk menyelamatkan keluargaku agar tidak ada yang keluar ,jujur aku takut jika salah satu keluargaku menjadi korbannya. Kalau dipikir-pikir alhamdulillah ya aku bersyukur , allah SWT masih sayang dan menyelamatkan aku dan pacarku dari tawuran tersebut, kalau seandainya pada saat itu aku berada disana mungkin aku dan pacarkupun akan menjadi salah satu korbannya.....
Harapanku semoga lingkunganku aman dan tetap tentram tanpa adanya tawuran-tawuran yang akan mengakibatkan korban-korban yang berjatuhan....... aminn :)

0 komentar:

Posting Komentar