Pengalaman
aku ikut suatu organisasi itu memang
mengasyikkan,tapi terkadang memberatkan kita karena tanggungjawab yang harus
kita jalankan. Apalagi organisasi yang bernaung di lingkungan rumah yaitu
Karang Taruna (Katar). Sudah hampir 6tahun aku mengikuti organisasi tersebut. Walaupun
pada saat itu umur aku belum cukup kriteria menjadi seorang karang taruna,tapi
alhamdulillah aku sudah dipercaya mengikuti kegiatan tersebut . Awalnya aku
menjadi pengibar bendera pada saat acara 17 Agustus setiap tahunnya. Berhubung
kakak seniorku disini sudah sibuk dengan kegiatannya akhirnya aku menjabat
sebagai Sekretaris II Katar membantu Sekretaris I. Terus dan terus pada
akhirnya 1 tahun yang lalu aku dipilih menjadi Ketua Karang taruna tepatnya
Juli 2010. Semua kegiatan dilakukan
dengan baik dan berjalan lancar.
Pada tahun ini
adalah yang terberat aku jalani menjadi seorang ketua sebab waktuku terbagi
dengan kegiatan kuliah yang padat dengan tugas-tugas yang harus aku selesaikan.
Bukan itu saja, lingkungan tempat tinggalku sekarang tidak aman,tidak seperti
dulu-dulu. Jadi cerita, teman-teman aku tawuran sama RW sebelah , mereka
menyerang satu sama lain didepan gang kompleks kami. Ada yang membawa senjata
tajam (gir,dan lain-lain), memang tidak ada korban jiwa dalam tawuran ini,tapi
korbannya fasilitas umum menjadi hancur dan jalanan banyak dipenuhi batu-batu
yang lumayan besar. Mereka tawuran pada malam hari,jadi tidak ada yang tahu
Cuma hansip yang tahu, tapi itu juga tidak cukup menghadang anak-anak lingkungan
rumah kami karena jumlahnya banyak. Yang
hanya dilakukan oleh kedua hansip itu Cuma mendatangi rumah Rw kami. Semua
staff berkumpul dan menyudahi tawuran tersebut. Kamipun selingkungkan bangun
dan keluar karena mendengar suara-suara berisik tersebut. Setelah semuanya aman, pada malam itupun
anak-anak lingkungan kami ditanya sebab mula tawuran mereka menjawab dari Rw
sebelah duluan yang mengusik salah satu anak sini, karena rasa solidarisme yang
tinggi makanya mereka bermaksud membela anak itu sehingga tawuran tidak bisa
terelakkan. Tapi,disini saya tidak mau membela dan menyalahkan siapapun karena
mereka juga sudah dewasa bisa membedakan baik dan buruk,mereka juga mempunyai
tanggungjawab terhadap warga untuk menjadikan lingkungan ini aman. Suasana pada
malam itu sangat menegangkan,hiruk pikuk dimana-mana, orangtua yang anaknya
ikut tawuran tersebut pada panik dan teriak-teriak ”anak gue mane-anak gue mane”.
Anak-anak itupun langsung diomelin sama ibunya masing-masing, kasihan sihh
liatnya tapi mau gmn lagi ? toh dia yang berbuat salah dia juga yang harus
mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Keesokan harinya
saya membahas lagi tentang tawuran tersebut kepada salah satu teman saya, dan
semua jawaban telah saya dapatkan. Seluruh staff Rw dan Karang taruna
dipertemukan dalam rapat mendadak di balai warga yang dihadiri oleh anak-anak
yang ikut tawuran,anggota karang taruna, hansip,dan perwakilan dari
orangrtua,serta polisi yang mengamankan lingkungan. Semua dalam rapat dibahas,
tentang bgaimana solusinya dan hal-hal yang dapat menyelesaikan konflik,
keamanan komplekspun diperketat pokoknya jam 10 malam anak-anak tidak
diperizinkan keluar kompleks apapun alasannya. Beberapa minggu suasanapun
kondusif,tapi itu tidak berangsur lama dan membaik,ternyata tawuran masih tetap
dilakukan bahakan tambah parah. Wah ini gak bisa dibiarin akhirnya wakil camat
kami mengajak seluruh anggota karang taruna,staff Rw,dan ibu PKK k Puncak untuk
penyuluhan tentang tawuran. Pak wakil camat melihat kalau lingkungan kami tidak
pernah ikut tawuran sehingga itulah sebab beliau mengundang kami, tapi beliau
salah beliaupun belum tau yang sebenarnya. Kesempatan jalan-jalan ini tidak
kami sia-siakan akhirnya tiba waktu kami pergi ke Puncak. Disana kami dikasih
penyuluhan untuk tidak tawuran dan kami juga dipercaya untuk menjadi polisi
masyarakat lingkungan yang ada disekitar tugas kami jika sewaktu-waktu ada
tawuran dilingkungan kami,maka kamilah yang pertama bertindak. Suasana puncak
yang sejuk membuat kami lupa tentang semua masalah dan padatnya aktivitas di
Jakarta, Puncakpun menjadi salah satu alternatif yang terbilang mampu menghapus
polusi-polusi udara yang pekat dijakarta. Kegiatan di puncak yaitu terus
menerus dikasih seminar-seminar yang bermanfaat bagi ketretiban lingkungan
kami. Kami di puncak diberi kesempatan selama 2 hari 1 malam,walaupun terbilang
singkat tapi itu menyenangkan. Pada saat pulangpun kami diberikan bekal berupa
makanan hokben dan uang senilai Rp.150.000/jiwa.
Baru aja
seminggu yang lalu kami semua dikasih penyuluhan dan peringatan bahaya tawuran
eehhh malah lingkungan kami tawuran lagi, tawuran lagi. Memang tidak ada
kapoknya kalau dibilang, peringatan kedua kalipun diberikan oleh satff RW,
aduuhh semua kelimpangan menghadapi anak-anak lingkungan kami. Rapat kedua
dilaksanakan yang isinya jika terjadi tawuran lagi maka staff Rw tidak
bertanggung jawab dan menyerahkan ini semua ke aparat keamanan..!!!. rapatpun selesai. Alhamdulillah bulan
ramadhanpun tiba kami menyambut bahagia, seketika lingkungan kami benar-benar
aman hingga 1minggu,2minggu,3minggu, dan memasuki malam takbiran anak-anak
lingkungan kami menyewa bus untuk keliling-keliling tapi tanpa seizin Rw. Aku dan
pacarku ikut keliling tapi menggunakan motor tidak masuk kedalam busnya. Setelah
keliling 1 jam, kami pulang bermaksud untuk beristirahat bersama rombongan bus.
Aku,pacarku,dan anak-anak bercengkerama, bercanda tawa dan maaf memaafkan
sambil mengumandangkan takbir. Ahh karena aku tidak boleh pulang lama-lama
akhirnya aku dan pacarku pulang 10 mnt setelah kami pulang ternyata anak Rw
sebelah menyerang anak-anak lingkungan kami dengan membawa senjata dan batu
yang cukup besar. Memang pada saat itu aku tidak ada di TKP, tapi ada yang yang
melapor padaku kalau anak-anak diserang didepan jembatann.. waahh aku shock dan
panik mana katanya ada korban yang berjatuhan dari lingkungan kami 2 orang , 1
bocor,dan satunya lagi mengalami luka dibagian perut, alhamdulillah 2 korban
dari lingkungan kami tidak mengalami luka serius, sedangakn dari lingkungan
sana korbannya bahkan mengalami koma. Tidak
terbayangkan pada saat kejadian itu mana lagi takbiran, dimana malam yang suci
yang seharusnya kami saling memaafkan ternyata dikotori dengan tawuran
tersebut.. 1unit mobil polisi datang diTKP, pos hansip lingkungan aku rusak
parah, warung yang ad dijembatan dan tukang bakso pada hancur berantakan. Siapa yang disalahkan jika sudah
terjadi seperti ini??? Ternyata walaupun
sudah ada polisi itu tidak menjamin karena katanya anak-anak Rw sebelah ingin
menyerang lagi dan balas dendam.. jelas donk ibu-ibu panik pada cari anaknya, dan
berlarian kesana kemari apalagi setelah mendengar akan diserang balik. Wahh bapak-bapak
lingkungan rumah kamipun naik pitam,bahkan pacarku ingin maju jika hal itu
terjadi. Aku sibuk menyelamatkan keluargaku agar tidak ada yang keluar ,jujur
aku takut jika salah satu keluargaku menjadi korbannya. Kalau dipikir-pikir
alhamdulillah ya aku bersyukur , allah SWT masih sayang dan menyelamatkan aku
dan pacarku dari tawuran tersebut, kalau seandainya pada saat itu aku berada
disana mungkin aku dan pacarkupun akan menjadi salah satu korbannya.....
Harapanku semoga
lingkunganku aman dan tetap tentram tanpa adanya tawuran-tawuran yang akan
mengakibatkan korban-korban yang berjatuhan....... aminn :)

0 komentar:
Posting Komentar